Bisnis Properti, Bisnis Konstruksi, dan Konsep Keduanya

Share on facebook
Share on telegram
Share on whatsapp

Therumahproperty.com – Blog.

Bisnis pada bidang properti bisa dikatakan menjadi salah satu bisnis dengan potensi dan keuntungan yang menjanjikan. Tidak hanya bisnis properti, bisnis konstruksi juga sama. Namun apa sebenarnya yang dimaksud pengertian bisnis properti dan konstruksi? Berikut ulasan mengenai konsep kedua jenis bisnis tersebut.

 

 

Pengertian Bisnis Properti

 

Bisnis ini merupakan salah satu bisnis di Indonesia yang perkembangannya cukup signifikan, sehingga banyak orang mulai tertarik itu terjun ke bidang ini. Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu bisnis properti.

Bisnis properti adalah usaha yang dijalankan oleh individu atau perusahaan dan bergerak pada bidang properti. KBBI menjelaskan bahwa properti adalah harta yang berwujud tanah dan bangunan bisa juga berupa sarana serta prasarana. Sarana dan prasarana ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari tanah atau bangunan.

 

 

Bisnis ini juga bisa dipahami sebagai sebuah usaha untuk menjual belikan atau menyewakan tanah serta hal-hal yang berkaitan dengan tanah, seperti bangunan dan sarana atau prasarana. Cukup banyak bisnis dengan konsep properti yang berkembang di Indonesia.

Contoh usaha yang bergerak di bagian properti adalah sewa apartemen, kos-kosan, rumah, vila, gudang, dan gedung atau perkantoran. Bahkan usaha ini termasuk dalam menyewakan villa atau townhouse.

Usaha properti pada awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan secara pribadi, namun dalam perkembangannya usaha ini bisa memasuki kebutuhan industri, perkantoran, serta untuk perdagangan.

 

Pengertian Bisnis Konstruksi

 

Bisnis konstruksi adalah usaha atau bisnis yang berkaitan dengan membuat sarana prasarana. Misalnya seperti bangunan sipil, pembangunan gedung, instalasi mekanikal serta elektrikal. Bisnis ini juga membangun fasilitas publik seperti kantor atau fasilitas umum lainnya. Bisnis konstruksi ini bisa merupakan bisnis individu, kelompok, bisnis lokal, bahkan hingga bisnis skala internasional.

 

 

Bisnis konstruksi tentunya tidak mungkin dilakukan sendirian, dan banyak pihak yang terlihat. Hal ini membuat bisnis ini memiliki risiko yang cukup besar. Bisnis ini bisa melibatkan berbagai macam badan usaha hingga badan hukum. Jangkauan kerjasama bisnis ini bisa mencapai luar negeri, dan membutuhkan biaya yang besar pula tentunya.

Bisnis ini tentu berbeda dengan bisnis properti, demikian juga perusahaan yang menaunginya. Perusahaan properti adalah perusahaan yang bergerak pada proses jual beli atau sewa tanah dan bangunannya, sedangkan perusahaan bidang konstruksi adalah perusahaan yang membangun sarana dan prasarana tersebut. Kedua bisnis ini berjalan secara bersamaan dan berkaitan satu sama lain.

 

Peluang Usaha di Industri Properti

 

Peluang usaha industri properti di Indonesia bisa dikatakan cukup menjanjikan, hal ini dikarenakan nilai jual properti selalu meningkat tajam. Kebutuhan manusia akan properti juga tidak akan ada habisnya, terlebih lagi kebutuhan akan tempat tinggal pasti selalu ada. Seperti yang diketahui usaha properti adalah usaha yang bergerak pada bidang tanah, bangunan dan prasarananya.

Baca Juga:  Model Teras Rumah Masa Kini yang Modern dan Simpel

 

 

Peluang usaha untuk properti bisa dikatakan sangat menjanjikan karena keuntungan yang diperoleh dari bisnis ini tidak tergerus efek inflasi. Inflasi yang terjadi di suatu negara tidak akan mengganggu berjalannya bisnis Anda. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan banyak orang yang ingin terlibat atau menekuni bisnis ini.

Alasan yang lain mengapa semakin banyak pengusaha properti adalah, usaha ini bisa dirintis tanpa menggunakan modal. Anda bisa memulai dengan menjual properti milik orang lain, atau melakukan investasi properti dengan modal yang tidak terlalu tinggi.

 

Konsep Bisnis Properti

 

Apabila Anda tertarik untuk memasuki usaha properti, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, karena modal dan pengetahuan saja tidak akan cukup untuk memasuki industri ini. Beberapa konsep yang harus Anda pahami dalam menjalankan industri properti adalah mengenai demand (permintaan) dan supply (penyediaan).

 

 

Permintaan atau demand ini berkaitan dengan kebutuhan pasar, yakni selera masyarakat. Apa yang sedang tren di masyarakat dan yang menjadi kebutuhan utama mereka. Selain itu, Anda juga harus melihat supply atau penyediaan, jangan sampai kebutuhan yang tinggi dan proses penyediaan kebutuhan tersebut cukup susah, tentu saja hal ini akan membuat bisnis Anda terkendala.

Konsep yang harus dipahami apabila Anda membuka perusahaan properti adalah, demand dan supply harus dikaitkan dengan tiga aspek. Ketiga aspek tersebut antara lain sosial, ekonomi, dan juga lingkungan. Jangan sampai Anda membuat perusahaan properti dan konsep yang Anda terapkan malah merusak lingkungan.

 

Konsep Bisnis Konstruksi

 

Konsep bisnis properti dan konstruksi bisa dikatakan hampir sama, yang harus dilihat adalah permintaan pasar dan penyediaannya. Dalam bisnis konstruksi hal ini justru sangat penting, karena konstruksi berkaitan dengan pembangunan sarana prasarana, dan selera pasar tentu saja menjadi petimbangan utama.

 

 

Hal ini dikarenakan pembangunan sebuah bangunan tentunya mengikuti tren atau selera pasar pada masa tersebut, atau bisa juga menawarkan sebuah terobosan baru. Selanjutnya, untuk penyediaan atau supply, bisnis konstruksi juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan serta alam. Jangan sampai bangunan yang dibuat justru menimbulkan kerusakan.

Sosial, masyarakat, dan lingkungan adalah tiga aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam usaha konstruksi. Jangan sampai bangunan yang dibuat malah merugikan masyarakat dan aspek perekonomian juga harus menjadi bahan pertimbangan. Oleh karena itu, perusahaan di bidang konstruksi harus bisa berintegrasi dengan ketiga aspek tersebut sesuai dengan undang-undang.

 

Strategi dalam Bisnis Properti

 

 

Apabila ingin memulai bisnis ini, Anda harus memiliki strategi supaya usaha yang Anda jalankan bisa berjalan dengan baik. Strategi ini tentu saja bisa Anda pelajari dari berbagai maca sumber. Berikut ini strategi bisnis properti, yang bisa Anda terapkan.

  1. Menggunakan Media Sosial untuk Promosi

Promosi merupakan salah satu cara supaya Anda bisa terhubung dengan konsumen. Melalui promosi Anda bisa mengenalkan berbagai produk yang Anda miliki. Promosi harus dilakukan seefisien mungkin, dan harus bisa tepat sasaran, dan Anda bisa menggunakan media sosial sebagai salah satu sarananya.

Baca Juga:  Apa Itu Smarthome? Ini Ulasannya Untuk Anda

Hal ini disebabkan sebagian besar orang saat ini menghabiskan waktu mereka di media sosial. Jadi Anda harus mengusahakan agar promosi yang dilakukan bisa sampai dan dipahami konsumen dengan baik. Caranya, Anda harus menyajikan tampilan yang informatif serta menarik untuk konsumen. Anda tidak harus melalui memulai dengan menyajikan barang yang dijual.

Anda bisa memulainya dengan pengenalan yang paling dasar, yakni apa itu properti. Kemudian Anda bisa menjelaskan apa itu bisnis properti, baru setelah itu Anda mengenalkan perusahaan Anda, serta produk yang Anda miliki dan kelebihannya.

  1. Memperhatikan Pengusaha Properti yang Lain

Sebelum memulai bisnis properti, Anda bisa juga melakukan riset mengenai pengusaha properti yang lain. Dengan demikian ada banyak hal yang bisa Anda ambil, mulai dari pengalaman, sistem kerja, sarana promosi, dan sebagainya. Hal tersebut akan memudahkan Anda dalam membuat konsep serta strategi bisnis untuk usaha kedepannya.

Selanjutnya, Anda bisa menerapkan cara-cara tersebut, dan membangun ciri khas sendiri. Hal ini penting untuk dilakukan, agar bisnis Anda mempunyai keunikan tersendiri sehingga pelanggan atau konsumen bisa mengenalinya.

  1. Membuat Promosi yang Menarik

Salah satu kiat sukses dalam usaha atau dunia bisnis adalah promosi. Promosi ini bertujuan menarik perhatian pelanggan, agar pelanggan bersedia membeli produk yang Anda jual. Oleh karena itu, Anda harus membuat promosi semenarik mungkin. Media serta desain yang Anda gunakan sangat berpengaruh dalam bisnis ini.

Promosi dalam usaha properti umumnya akan memanfaatkan gambar bangunan dan memanfaatkan cahaya serta keindahan alam sebagai daya tariknya. Pengambilan gambar yang tepat akan sangat mendukung dalam membuat desain promosi. Gambar yang indah dan menarik akan membuat konsumen tertarik untuk membeli produk Anda.

  1. Membuat Video Konten

Sarana promosi bisnis properti tidak hanya bisa menggunakan gambar, namun Anda juga bisa menggunakan video. Cara ini juga cukup efektif untuk menarik perhatian konsumen, terlebih lagi dengan video yang menarik dan informatif. Anda harus mengusahakan sudut-sudut yang diambil bagus serta menunjang kebutuhan.

Selain gambar, Anda bisa juga membuat video dengan menggunakan teknik visual. Akan tetapi, Anda harus mengusahakan, bahwa visual tersebut memiliki kemiripan yang tinggi dengan desain produk.

 

Tips Sukses Menjadi Pengusaha Property

 

 

Setelah Anda memahami konsep bisnis konstruksi dan properti, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan jika ingin menjadi pengusaha properti. Berikut tips-tipsnya.

  1. Ikut Investasi Properti

Anda bisa memulai usaha properti dengan cara melakukan investasi di bidang properti. Banyak platform yang menyediakan ruang bagi Anda yang ingin memulai usaha properti. Anda tidak harus memiliki modal yang besar untuk memulai investasi ini.

Baca Juga:  Pilihan Aksesoris Ruang Tamu Minimalis Agar Lebih Menarik

Ada platform yang menyediakan ruang untuk investor namun dengan modal rendah setiap bulannya. Cara ini akan sangat membantu terutama jika Anda memiliki keterbatasan modal. Harus diakui bahwa untuk berkecimpung dalam usaha properti modal yang dibutuhkan cukup banyak.

  1. Memulai dengan Properti yang Dimiliki

Usaha properti seperti apartemen, gedung, atau bangunan lainnya tentunya membutuhkan modal yang sangat besar. Anda tidak perlu pesimis jika belum memiliki modal sebanyak itu, Anda bisa memulainya dengan menyewakan properti yang ada miliki.

Misalnya Anda bisa memulai dengan menyewakan kos-kosan, menyewakan ruangan untuk ruko, atau bisa juga menyewakan garasi. Hal tersebut tentunya tidak membutuhkan modal yang terlalu besar, dan Anda tetap mendapatkan keuntungan.

  1. Membantu Menjual atau Menyewakan Properti Orang

Tips selanjutnya, Anda bisa memulai bisnis ini dengan cara menjadi seorang perantara atau agen properti, yaitu membantu orang lain menjual atau menyewakan properti yang mereka miliki. Melalui cara ini Anda bisa belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan banyak orang, membangun relasi bisnis, dan sebagainya.

Hal yang penting sebagai modal awal untuk membuka usaha properti sendiri. Selain itu, keuntungan yang Anda dapatkan juga harus jelas, biasanya keuntungan ini adalah pada harga rumah yang di tetapkan.

  1. Melihat Tren

Tips lain dalam menjalankan usaha properti Anda juga harus melihat tren yang sedang berkembang. Hal ini supaya bisnis yang Anda jalankan sesuai dengan selera pasar, sehingga permintaan yang masuk ke perusahaan Anda juga cukup banyak. Oleh karena itu, penting kiranya Anda mempelajari apa yang dimaksud bisnis properti, dan usaha properti menyangkut apa saja.

 

Sekilas Tentang Perusahaan Property

 

Apa itu perusahaan property? Perusahaan properti adalah perusahaan yang bergerak pada jenis usaha properti, dan jenis usaha ini cukup banyak. Mulai dari real estate hingga special purpose property.

Anda harus memahami mengenai perusahaan properti dan bidang yang digelutinya selain mempelajari mengenai arti bisnis properti dan apa itu usaha properti.

 

 

Lalu, apa perusahaan properti yang cukup populer? Perusahaan properti yang cukup terkenal biasanya adalah pengusaha properti real estate. Perusahaan jenis ini menyediakan hunian atau perumahan pribadi untuk semua orang, dengan konsep mewah dan harga yang cukup fantastis. Usaha ini merupakan pemain utama pada Bursa Efek Indonesia, dan jumlahnya ribuan di seluruh Indonesia.

Usaha properti yang lain adalah commercial real estate, yang bergerak di bidang perkantoran serta properti ritel. Usaha ini bisanya menyewakan gedung perkantoran, restoran, toko, serta pusat perbelanjaan atau mall.

Selain itu, masih ada lagi industri properti dan special purpose properti yang lebih khusus lagi dalam penyediaan properti. Industri properti ini sasaran utamanya adalah perindustrian serta perusahaan, seperti penyediaan gudang, penyimpanan, serta mendistribusikan hasil produksi.

Sedangkan special purpose property lebih kepada pemenuhan sarana prasarana seperti hotel, sekolah, rumah sakit dan sebagainya.

ARTIKEL LAINNYA

error: Agen properti di Jakarta
×

Konsultasikan kebutuhan pembelian tempat tinggal Anda kepada kami.

× Chat WhatsApp